Majelis Hakim Kroscek Barang Bukti Kayu Milik Terdakwa Mingho

Majelis hakim saat turun kelokasi kayu

Majelis hakim saat turun kelokasi kayu

Bagikan ini...

Sorong,CE- Majelis Hakim yang memeriksa perkara kepemilikan 81 kontainer kayu jenis merbau, Selasa sore, (18/06/2019) melakukan pemeriksaan setempat di lokasi soumel kayu milik terdakwa Henoch Budi Setyawan alias Mingho anak Parman. Dua lokasi soumel tersebut, yakni di SP4 dan di Jalan Klalin.

Pemeriksaan Setempat ini dimaksudkan untuk mengecek keberadaan sekaligus jumlah kayu, yang merupakan barang bukti sesuai yang diuraikan di dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Sementara barang bukti 81 kontainer kau merbau yang disita di Surabaya, telah dilakukan penjawadalan pemeriksaan setempat.

Karena tempat di luar wilayah Sorong, tentunya kami harus berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri setempat,” jelas Ketua Majelis Hakim, Hanifzar, S.H., M.H di persidangan.

Hanifzar pun menambahkan, sebelum perkara ini dilanjutkan, kita harus melihat terlebih dahulu barang buktinya, setelah itu baru pemeriksaan saksi.
Karenanya Hanifzar memerintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum, Buyung Anjar Purnomo untuk menjadwalkan pelaksanaan PS di Surabaya, hal itupun disanggupi tim JPU.

Usai pemeriksaan setempat, Kasi Pidum yang juga ketua tim JPU dalam keterangan persnya menyatakan, pemeriksaan setempat yang dilakukan di SP4, tepatnya di soumel CV Alco Timber Irian dan soumel milik Sorong Timber Irian di Klalin bertujuan untuk melihat, mengecek sekaligus mengcroscek terhadap kaitannya dengan barang bukti kayu yang disita oleh penyidik PPNS Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Kedua perusahaan tersebut diakui Buyung, berdasarkan pengakuan adalah milik terdakwa Henoch Budi Setyawan alias Mingho anak Parman. Makanya akan kita buktikan di persidangan.

Saat ditanya berapa jumlah kayu limbah (moulding) dan kayu jadi yang berada di dua lokasi PS, Buyung tidak dapat memastikannya alias lupa. Kayu inikan tidak hanya di dua tempat ini saja, masih ada yang di Surabaya.

Berdasarkan rencana, tanggal 1 Juli pihaknya bersama majelis hakim akan melakukan PS di Surabaya.

Perlu diketahui, dari pantauan di dua lokasi PS jumlah kayu limbah maupun kayu jadi, jumlahnya diperkirakan ribuan batang yang telah dikemas dalam bentuk palet-palet.

Tak hanya itu, di lokasi milik Sorong Timber Irian juga terdapat kayu log, baik yang setengah diproses maupun yang belum.

Sidang masih akan dilanjutkan Rabu, (19/06/2019) pukul 09.00 WIT dengan agenda pemriksaan saksi.


Bagikan ini...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.