Jum. Jul 19th, 2019

Satpol PP Tertipkan PKL Di Kawasan Pasar Boswezen

2 min read
Bagikan ini...

SORONG, cenderawasihekspres.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota Sorong selaku penegak Peraturan Daerah (Perda), Jumat (21/6) melakukan penertiban terhadap para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Boswezen, Kelurahan Rufei Distrik Sorong Barat yang dipimpin langsung oleh Kasatpol PP, Daniel Jitmau.
“Kami menertibkan para pedagang ini, bukan kali ini saja tetapi kamu sudah melakukan beberapa bulan lalu. Mulai dari depan Gereja Maranatha Remu, Km 10 masuk, Km 12 masuk, Jalan Jenderal Sudirman dan sekarang giliran kawasan Pasar Boswezen yang kami tertibkan,” ujar Kasatpol PP kepada media ini saat ditemui disela-sela penertiban, Jumat (21/6) siang.
Dikatakan Kasatpol, sebagai instansi penegak Peraturan Daerah (Perda) di Kota Sorong, maka semua perintah dari pimpinan harus dilaksanakan apalagi menyangkut ketertiban dan keindahan Kota Sorong termasuk penertiban Pedagang Kami Lima yang sudah diberitahukan tetapi belum juga melakukan tindakan maka Satpol PP yang akan menertibkannya.
Lanjut Kasatpol, dalam kegiatan ini seluruh personil Satpol PP yang dilengkapi dengan palu, linggis, tarang dikerahkan untuk melakukan penertiban terhadap pedagang yang menjual barang dagangannya di atas trotoar, drainase (parit/got) termasuk bangunan yang menjorok keluar.
Sementara terkait dengan penataan pasar sementara yang dibangun pemerintah di kawasan Boswezen kata Kasatpol, sesuai dengan arahan dan perintah Walikota untuk membongkar beberapa meja yang dibuat oleh masyarakat karena yang mereka buat tidak sesuai dengan penataan yang sudah diatur oleh pemerintah sebelumnya.
“Kami akan terus melakukan penertiban hingga Kota Sorong menjadi bersih dan indah. Apabila ada warga yang coba memasang kembali jembatan yang telah kami bongkar pada hari ini maka kami tidak segan-segan untuk menghentikan usaha mereka,” tegas Kasatpol.
Sedangkan terkait dengan adanya laporan masyarakat bahwa ada penjualan tempat dagang dengan tegas Kasatpol mengatakan akan mendata kembali seluruh pedagang yang pertama kali mendapat tempat untuk berdagang apabila tidak sesuai dengan nama yang sudah ada maka pedagang tersebut akan dikeluarkan dari areal pasar. (Jas)


Bagikan ini...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.