Warga Tampa Garam Palang Jalan Kapitan Pattimura

Bagikan ini...

SORONG, cenderawasihekspres.com – Warga Kelurahan Tampa garam, Distrik Maladumes memalang ruas jalan Kapitan Pattimura karena mereka merasa kesal dengan aktifitas kendaraan operasional yang memuat material dari Saoka untuk menimbun proyek reklamasi Pantai Dofior (tembok berlin), Senin (12/8).

“Kami memalang jalan ini karena kendaraan proyek yang menimbun reklamasi pantai tembok berlin tidak menghargai kami sebagai warga masyarakat di sepanjang ruas jalan Kapitan Pattimura,” ungkap salah satu warga saat aksi pemalangan.

Akibat pemalangan ini aktifitas lalulintas pada ruas jalan Kapitan Pattimura sedikit terhambat karena warga memalang menggunakan batang pohon, drum bekas dan membakar ban bekas di jalanan.

Mendengar informasi ada pemalangan jalan oleh warga Kelurahan Tampa Garam maka Wakapolres Sorong Kota langsung terjun ke lokasi untuk bernegosiasi agar palang dibuka sehingga aktifitas lalulintas bisa norma kembali, namun warga tidak mau sebelum ada pihak pemerintah Kota Sorng yang turun ke lokasi.

Atas permintaan warga maka Walikota Sorong yang diwakili oleh Asisten II Setda Kota Sorong, Anton Sagrim yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan, Wilhelmus Asmuruf, Kepala Badan Lingkungan Hidup, Julian Kelly Kambu langsung terjun ke lokasi dan bernegosiasi dengan warga dan berhasil yang akhirnya sekitar pukul 14.00 Wit palang dibuka.

Adapun pemintaan warga Kelurahan Tampa Garam, Distrik Maladumes sebelum palang dibuka antara lain,

  1. Kami meminta pemerintah segera menyelesaikan permasalahan ini dengan memanggil/mengundang seluruh perusahaan yang beroperasi di Distrik Maladumes untuk duduk bersama guna menyelesaikan persoalan ini.
  2. Kami meminta ketika palang dibuka aktifitas dari kendaraan proyek tidak boleh melakukan aktifitas sebelum ada penyelesaian.
  3. Kami meminta agar sepanjjang ruas jalan Kapitan Pattimura dipasang rambu-rambu lalulintas.
  4. Kami meminta agar pengangkutan material untuk menimbun lokasi reklamasi harus melalui laut tidak bisa melalui darat, kalaupun melalui darat harus ada syarat yang harus dipatuhi oleh perusahaan yang mendapat pekerjaan penimbunan.

Setelah bernegosiasi kurang lebih 1 jam diruas Jalan Kapitan Pattimura akhirnya warga menyetujui untuk membuka palang karena pemerintah juga siap untuk menjawab aspirasi masyarakat.

Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Kota Sorong, Anton Sagrim saat ditemui media ini mengatakan, pemerintah akan memanggil seluruh perusahaan yang beroperasi ataupun berdomisili di Distrik Maladumes untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Hari ini kami langsung membuat undangan kepada seluruh perusahaan yang beroperasi diwilayah pemerintahan Distrik Maladumes untuk melaksanakan pertemuan pada Hari Rabu tanggal 14 Agustus 2019,” jelas Sagrim.

Dikatakan Sagrim, peristiwa pemalangan ini bersumber dari tidak etisnya pengemudi truk (bermain Handphone) saat membawa material sehingga mengakibatkan terjadinya lakalantas sebanyak dua kali yang mengakibatkan korbanya meninggal dunia. (Jas)


Bagikan ini...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.